Kisah Qur'ani & riwayat, ber-sumber. Klik untuk baca & lihat rujukan.
Allah menciptakan Adam dan menjadikannya khalifah di bumi, mengajarinya nama-nama, memerintahkan malaikat bersujud (iblis membangkang), lalu ujian di surga hingga turun ke bumi sebagai awal kehidupan manusia.
Nabi Nuh berdakwah ratusan tahun namun kaumnya menolak. Atas perintah Allah ia membangun bahtera; banjir besar menenggelamkan pengingkar, sementara kaum beriman selamat.
Ibrahim menghancurkan berhala kaumnya dan berdakwah tauhid. Ia dilemparkan ke api besar, tetapi Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya. Kelak ia membangun Ka'bah bersama putranya Ismail.
Yusuf dibuang saudaranya ke sumur karena dengki, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara, lalu diangkat menjadi bendahara Mesir berkat kejujuran & ilmunya — kisah kesabaran yang berujung pertemuan kembali dengan keluarganya.
Musa diutus menyeru Fir'aun yang mengaku tuhan. Dengan mukjizat tongkat, ia mengalahkan penyihir dan membawa Bani Israil keluar dari perbudakan; laut terbelah menyelamatkan mereka dan menenggelamkan Fir'aun.
Sekelompok pemuda beriman berlindung di sebuah gua dari penguasa zalim; Allah menidurkan mereka ratusan tahun lalu membangunkannya sebagai tanda kekuasaan-Nya atas kebangkitan.
Maryam, wanita suci, dikaruniai putra Isa tanpa ayah sebagai mukjizat; bayi Isa berbicara membela ibunya. Kisah kesucian dan kekuasaan Allah menciptakan tanpa sebab biasa.
Sulaiman dikaruniai kerajaan besar, memahami bahasa hewan, dan menundukkan angin serta jin. Ia mengajak Ratu Saba (Balqis) meninggalkan penyembahan matahari menuju tauhid.
Ayyub diuji dengan kehilangan harta, keluarga, dan penyakit menahun, namun tetap bersabar dan bersyukur. Allah lalu menyembuhkan dan memuliakannya — teladan kesabaran.
Yunus meninggalkan kaumnya sebelum izin Allah, lalu ditelan ikan besar. Di kegelapan ia berdoa dan bertaubat; Allah menyelamatkannya. Kaumnya kemudian beriman.
Saat hijrah ke Madinah, Nabi ﷺ dan Abu Bakr bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Quraisy. Ketika musuh nyaris menemukan, Abu Bakr cemas; Nabi menenangkan: "Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Bilal, budak yang disiksa karena beriman, tetap teguh mengucap "Ahad, Ahad" (Allah Maha Esa). Ia dimerdekakan Abu Bakr dan menjadi muazin pertama Islam — lambang bahwa kemuliaan diukur dari takwa, bukan status.