يَا أَيُّهَا النَّاسMuslim & Islamic Archive
Forty Hadith of an-Nawawi
Arba'in Nawawi (42 Hadits)
42 hadits · ar/en/id-auto
  1. 1

    عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: " إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ". رَوَاهُ إِمَامَا الْمُحَدِّثِينَ أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بنُ إِسْمَاعِيل بن إِبْرَاهِيم بن الْمُغِيرَة بن بَرْدِزبَه الْبُخَارِيُّ الْجُعْفِيُّ [رقم:1]، وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمٌ بنُ الْحَجَّاج بن مُسْلِم الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ [رقم:1907] رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فِي "صَحِيحَيْهِمَا" اللذَينِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ

    Diriwayatkan dari Amirul Mu'minin, Abu Hafs 'Umar bin Khattab (ra) yang berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Perbuatan itu (dinilai) berdasarkan motif (niyyah), maka setiap manusia akan mendapat apa yang dikehendakinya. Maka barangsiapa yang hijrahnya (hijrahnya) kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya; tetapi barangsiapa yang hijrahnya untuk mencari keuntungan duniawi, atau bagi seorang istri yang akan dinikahinya, maka hijrahnya adalah ke tempat yang menjadi tujuan hijrahnya.” [Bukhari & Muslim]

  2. 2

    عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم ذَاتَ يَوْمٍ، إذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ. حَتَّى جَلَسَ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم . فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ، وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إنْ اسْتَطَعْت إلَيْهِ سَبِيلًا. قَالَ: صَدَقْت . فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ! قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ. قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاَللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ: صَدَقْت. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ. قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّك تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاك. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ. قَالَ: مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا؟ قَالَ: أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ. ثُمَّ انْطَلَقَ، فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ؟. ‫‬قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Juga dari `Umar (ra) yang berkata: Ketika suatu hari kami sedang duduk bersama Rasulullah (ﷺ), muncullah di hadapan kami seorang pria berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak ada jejak perjalanan yang terlihat pada dirinya, dan tidak ada satupun dari kami yang mengenalnya. Dia duduk di dekat Nabi (ﷺ) menyandarkan lututnya ke lutut Nabi (ﷺ) dan meletakkan telapak tangannya di atas pahanya, dan berkata: "Wahai Muhammad! Beritahukan padaku tentang Islam." Rasulullah (ﷺ) menjawab: “Islam adalah kamu harus bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya (ﷺ), bahwa kamu harus melakukan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Rumah (Ka`bah di Makkah), jika kamu dapat menemukan jalan ke sana (atau menemukan sarana untuk melakukan perjalanan ke sana).” Dia berkata: "Kamu mengatakan yang sebenarnya." Kami terkejut ketika dia bertanya kepadanya (ﷺ) dan kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia benar, tetapi dia melanjutkan dengan mengatakan, "Beri tahu saya tentang Iman (iman)." Beliau (Nabi) menjawab, “Yaitu, kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, serta kepada takdir (qadar), baik kebaikan maupun keburukannya.” Dia berkata, “Kamu telah mengatakan kebenaran.” Kemudian dia (laki-laki itu) berkata, “Beri tahu aku tentang Ihsan.” Beliau (Nabi) menjawab, “Hendaknya kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu dapat melihat-Nya, padahal kamu tidak dapat melihat-Nya, namun Dia melihatmu.” Dia berkata, “Beri tahu aku tentang Hari Kiamat.” Beliau (Nabi) bersabda, “Tentang hal itu yang ditanya tidak lebih tahu dari pada yang bertanya.” Maka beliau berkata, “Baiklah, beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya budak perempuan itu akan melahirkan majikannya, dan kamu akan melihat orang-orang yang bertelanjang kaki, orang-orang yang telanjang, orang-orang yang melarat, para penggembala domba (bersaing satu sama lain) dalam membangun gedung-gedung yang tinggi.” Setelah itu pria itu pergi. Aku menunggu beberapa saat, lalu beliau (Nabi) berkata, “Wahai `Umar, tahukah kamu siapa penanya itu?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Dia berkata, "Itu Jibril. Dia datang untuk mengajarimu agamamu." [Muslim]

  3. 3

    عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ . [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari hadis Abdullah bin Umar bin Khattab (ra) yang berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Islam dibangun di atas lima rukun: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Rumah, dan puasa di bulan Ramadhan.” [Bukhari & Muslim]

  4. 4

    عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم -وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ-: إنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَمْ سَعِيدٍ؛ فَوَاَللَّهِ الَّذِي لَا إلَهَ غَيْرُهُ إنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا. وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا . [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari Abdullah bin Masud (ra) yang berkata: Rasulullah (ﷺ), dan dia adalah orang yang paling jujur, beriman, meriwayatkan kepada kami, “Sesungguhnya ciptaan kalian masing-masing dimasukkan ke dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah (setetes), kemudian dia menjadi alaqah (segumpal darah) selama waktu yang sama, kemudian mudghah (sepotong daging) untuk waktu yang sama, kemudian dikirimkan kepadanya. malaikat yang meniupkan ruhnya ke dalam dirinya dan diperintahkan dalam empat hal: menuliskan rezekinya, umurnya, perbuatannya, dan senang atau tidaknya dia (yakni masuk surga atau tidak). penghuni Neraka lalu masuk ke dalamnya, dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian melakukan perbuatan-perbuatan penghuni Neraka, sampai hanya ada jarak antara dia dan neraka, dan apa yang telah tertulis itu menimpanya sehingga dia bertindak dengan perbuatan-perbuatan para penghuni surga dan demikianlah dia masuk ke dalamnya.” [Bukhari & Muslim]

  5. 5

    عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ] وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

    Dari ibu orang beriman, Aisyah (ra), yang berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan kita (yakni Islam) yang bukan bagiannya, maka hal itu akan ditolak (oleh Allah).” [Bukhari & Muslim] Dalam versi lain dalam Muslim berbunyi: “Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka perbuatan itu ditolak (oleh Allah).”

  6. 6

    عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: إنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُورٌ مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقْد اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari hadis an-Nu'man bin Bashir (ra) yang berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Apa yang halal itu jelas, dan apa yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang diragukan yang banyak orang tidak mengetahuinya. Demikianlah barangsiapa menghindari perkara-perkara yang meragukan, maka ia akan membersihkan dirinya dalam agama dan kehormatannya, tetapi siapa yang terjerumus ke dalam perkara-perkara yang ragu-ragu, [akhirnya] terjerumus ke dalam yang haram, seperti penggembala yang padang rumput di sekitar tempat suci, kecuali padang rumput yang ada di dalamnya. Sesungguhnya setiap raja mempunyai tempat suci, dan sesungguhnya tempat suci Allah itu adalah larangan-Nya. Sesungguhnya di dalam tubuh ada secuil daging, yang jika utuh, maka seluruh tubuh akan utuh, dan jika terkena penyakit, maka seluruh tubuh akan sakit.” [Bukhari & Muslim]

  7. 7

    عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "الدِّينُ النَّصِيحَةُ." قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: "لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ." [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Berdasarkan otoritas Tameem ibn Aus ad-Daree (ra): Nabi (ﷺ) bersabda, “Dien (agama) adalah naseehah (nasihat, ketulusan).” Kami berkata, “Kepada siapa?” Beliau (ﷺ) berkata, “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan kepada para pemimpin umat Islam serta rakyatnya.” [Muslim]

  8. 8

    عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ؛ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ]

    Dari hadis Abdullah bin Umar (ra): Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Aku diperintahkan berperang melawan manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, dan sampai mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. [Bukhari & Muslim]

  9. 9

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ،[وَمُسْلِمٌ]

    Dari Abu Hurairah (ra): Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Apa yang aku larang bagimu, hindarilah. Apa yang aku perintahkan kepadamu, lakukanlah sebanyak yang kamu bisa. Sesungguhnya, hanya pertanyaan berlebihan dan ketidaksetujuan mereka dengan Nabi-nabi merekalah yang menghancurkan [bangsa-bangsa] yang ada sebelum kamu." [Bukhari & Muslim]

  10. 10

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ تَعَالَى: "يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا"، وَقَالَ تَعَالَى: "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ" ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ! يَا رَبِّ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟". [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari Abu Hurairah (ra): Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Allah SWT Maha Baik dan hanya menerima apa yang baik saja. Makanlah tayyibat [segala jenis makanan halal], dan lakukan amal shaleh.” [23:51] dan Yang Maha Kuasa berfirman: “Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari apa yang halal yang telah Kami berikan kepadamu.” [2:172]” Kemudian beliau (ﷺ) menyebutkan [kasus] seorang laki-laki yang setelah melakukan perjalanan jauh, kondisinya kusut dan berdebu, dan dia mengulurkan tangannya ke langit sambil berkata, “Ya Tuhan! Ya Tuhan!, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan makanan haram, lalu bagaimana doanya terkabul? [Muslim]

  11. 11

    عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: حَفِظْت مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم دَعْ مَا يُرِيبُك إلَى مَا لَا يُرِيبُك . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2520]، [وَالنَّسَائِيّ] وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Dari riwayat Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abee Thalib radhiyallahu 'anhu, cucu Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya), dan orang yang sangat dicintainya, yang berkata: Aku hafal dari Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya), "Tinggalkan apa yang membuatmu ragu demi apa yang tidak membuatmu ragu." [At-Tirmidzi] [An-Nasai] At-Tirmidzi mengatakan bahwa itu adalah hadits yang baik dan sehat (hasan sahih).

  12. 12

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ . حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم: 2318] ، ابن ماجه [رقم:]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Bagian dari kesempurnaan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak ada gunanya.” Sebuah hadits hasan (baik) yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya dengan cara ini

  13. 13

    عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ خَادِمِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ [رقم:13]، وَمُسْلِمٌ [رقم:45].<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu - hamba Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) - bahwa Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Tidak beriman di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. [Al-Bukhari] [Muslim]

  14. 14

    عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ [ يشهد أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله] إلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari riwayat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh menumpahkan darah seorang muslim kecuali dalam tiga hal: orang yang sudah menikah, yang berzina, nyawa yang dibalas dengan nyawanya, dan orang yang meninggalkan agamanya dan berpisah dari masyarakat.” [Al-Bukhari] [Muslim]

  15. 15

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari hadis Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Hendaknya orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir berbicara yang baik, atau diam; dan hendaklah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir bermurah hati kepada sesamanya; dan hendaklah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir bermurah hati kepada tamunya. [Al-Bukhari] [Muslim]

  16. 16

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم أَوْصِنِي. قَالَ: لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ" .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Seorang laki-laki berkata kepada Nabi (damai dan berkah Allah besertanya), "Beri nasihat padaku," lalu dia (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Jangan marah." Laki-laki itu mengulangi [permintaan nasihatnya] beberapa kali, dan [setiap kali] dia (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Jangan marah.” [Al-Bukhari]

  17. 17

    عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari riwayat Abu Ya’la Shaddad bin Aws radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (kemahiran, kesempurnaan) dalam segala sesuatu. Jadi jika Anda membunuh maka bunuhlah dengan baik; dan jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaknya masing-masing dari kalian mengasah pedangnya dan membiarkan dia mengampuni penderitaan hewan yang disembelihnya.” [Muslim]

  18. 18

    عَنْ أَبِي ذَرٍّ جُنْدَبِ بْنِ جُنَادَةَ، وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْت، وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:1987] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ، وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Dari riwayat Abu Dzar Jundub bin Junadah, dan Abu Abdur-Rahman Muadh bin Jabal radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Bertaqwa (takut) kepada Allah di mana pun kamu berada, dan tindaklanjuti perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya, dan berperilaku baik terhadap manusia. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang mengatakan bahwa itu adalah hadits yang hasan (baik), dan dalam beberapa salinan disebutkan sebagai hadits yang hasan sahih.

  19. 19

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: "كُنْت خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَوْمًا، فَقَالَ: يَا غُلَامِ! إنِّي أُعَلِّمُك كَلِمَاتٍ: احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْك، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَك، إذَا سَأَلْت فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْت فَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوك بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوك إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَك، وَإِنْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوك بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوك إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْك؛ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ، وَجَفَّتْ الصُّحُفُ" . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2516] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: "احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أمامك، تَعَرَّفْ إلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفُك فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَك لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَك، وَمَا أَصَابَك لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَك، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنْ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

    Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu yang berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) [menunggangi gunung yang sama] dan dia berkata, "Wahai anak muda, aku akan mengajarimu beberapa kata-kata [nasihat]: Berjaga-jagalah terhadap Allah, maka Allah akan melindungimu. Jagalah Allah, maka kamu akan menemukannya di hadapanmu. Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah [sendiri]; dan jika kamu mencari pertolongan, maka carilah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, jika suatu bangsa berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan memberi manfaat kepadamu kecuali dengan apa yang telah ditetapkan Allah kepadamu. Hal ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang mengatakan bahwa itu adalah hadits yang baik dan sehat. Riwayat lain selain Tirmidzi berbunyi: Berjaga-jagalah terhadap Allah niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenali dan akui Allah di saat senang dan sejahtera, niscaya Dia akan mengingatmu di saat susah. Dan ketahuilah bahwa apa yang telah berlalu (dan gagal kamu capai) tidak akan menimpamu, dan apa yang telah menimpamu tidak akan berlalu begitu saja. Dan ketahuilah bahwa kemenangan datang bersama kesabaran, kelegaan datang bersama kesusahan, dan kesulitan datang bersama kemudahan

  20. 20

    عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم إنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْت .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]

    Dari Abu Masood Uqbah bin 'Amr al-Ansharie al-Badree radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda, "Sesungguhnya apa yang dipelajari manusia dari ucapan nubuatan paling awal adalah: Jika kamu tidak merasa malu, maka lakukanlah sesukamu." [Al-Bukhari]

  21. 21

    عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيلَ: أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْت: يَا رَسُولَ اللَّهِ! قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَك؛ قَالَ: قُلْ: آمَنْت بِاَللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari Abu `Amr – dan dia juga disebut Abu `Amrah – Sufyan bin Abdullah ath-Tsaqafee (ra dengan dia) yang berkata: Saya berkata, "Ya Rasulullah, ceritakan padaku sesuatu tentang al-Islam yang tidak bisa aku tanyakan kepada siapa pun kecuali kamu." Dia (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Katakanlah aku beriman kepada Allah, lalu bersabarlah." [Muslim]

  22. 22

    عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: أَرَأَيْت إذَا صَلَّيْت الْمَكْتُوبَاتِ، وَصُمْت رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْت الْحَلَالَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئًا؛ أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari Abu Abdullah Jabir bin Abdullah al-Anshari ra bahwa: Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) dan berkata, “Apakah menurutmu jika saya menunaikan shalat wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan apa yang halal, dan mengharamkan apa yang haram, dan tidak menambahnya [dalam amal shaleh], maka saya akan masuk surga?” Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) menjawab, “Ya.” [Muslim]

  23. 23

    عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم الطَّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ -أَوْ: تَمْلَأُ- مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَك أَوْ عَلَيْك، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari hadis Abu Malik al-Harits bin Asim al-Asharee radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah SAW bersabda, Kesucian itu separuh dari iman (iman), 'Al-hamdu lillah (puji bagi Allah)' mengisi timbangan, dan 'subhan-Allah (seberapa jauh Allah dari setiap ketidaksempurnaan) dan 'Al-hamdulillah (segala puji bagi Allah)' memenuhi apa yang ada. antara langit dan bumi. Dan salat adalah cahaya, dan sedekah adalah buktinya, dan kesabaran adalah pencerahannya, dan Al-Qur’an adalah buktinya baik bagimu atau pun terhadapmu. Setiap orang mengawali harinya sebagai penjaja jiwanya, baik yang membebaskannya maupun yang merusaknya.” [Muslim]

  24. 24

    عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَنَّهُ قَالَ: يَا عِبَادِي: إنِّي حَرَّمْت الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْته بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا؛ فَلَا تَظَالَمُوا. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ ضَالٌّ إلَّا مَنْ هَدَيْته، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ جَائِعٌ إلَّا مَنْ أَطْعَمْته، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِي! كُلُّكُمْ عَارٍ إلَّا مَنْ كَسَوْته، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِي! إنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا؛ فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ. يَا عِبَادِي! إنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا. يَا عِبَادِي! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَسَأَلُونِي، فَأَعْطَيْت كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَته، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ. يَا عِبَادِي! إنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إيَّاهَا؛ فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَن إلَّا نَفْسَهُ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Atas wewenang Abu Dzar al-Ghifaree radhiyallahu 'anhu dari Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) dari Tuhannya, bahwa Dia bersabda: Wahai hamba-Ku! Aku telah mengharamkan dhulm (penindasan) pada diri-Ku sendiri, dan Aku telah melarangnya di antara kamu, maka janganlah kamu menindas satu sama lain. Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang telah Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi petunjuk kepada kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali mereka yang telah Aku beri makan, maka carilah makanan dari-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian makan. Wahai hamba-Ku, kalian semua telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka carilah pakaian dari-Ku, niscaya Aku akan memberi pakaian kepada kalian. Wahai hamba-Ku, kamu berbuat dosa di siang dan malam hari, dan Aku mengampuni segala dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kamu. Wahai hamba-Ku, kamu tidak akan memperoleh manfaat dari-Ku sehingga dapat merugikan-Ku, dan kamu tidak akan memperoleh manfaat bagi-Ku dengan memberikan manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, seandainya orang pertama di antara kamu dan orang terakhir di antara kamu, manusia di antara kamu, dan jin di antara kamu semuanya bertakwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kamu, maka hal ini tidak akan menambah Kerajaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-Ku, seandainya orang pertama di antara kamu dan orang terakhir di antara kamu, manusia di antara kamu, dan jin di antara kamu semuanya sama jahatnya dengan hati yang paling jahat di antara kamu, maka hal ini tidak akan mengurangi Kerajaan-Ku sedikit pun. Wahai hamba-Ku, seandainya manusia pertama dan terakhir di antara kamu, manusia di antara kamu dan jin di antara kamu, semuanya berkumpul di satu tempat dan meminta kepada-Ku, dan Aku mengabulkan apa yang dimintanya kepada setiap orang, maka hal itu tidak akan mengurangi apa yang Aku Miliki, kecuali apa yang berkurang di lautan ketika sebuah jarum dicelupkan ke dalamnya. Wahai hamba-Ku, hanya amalmu saja yang Aku pertanggungjawabkan kepadamu, lalu aku membalasnya. Maka barang siapa menemukan kebaikan maka hendaklah dia memuji Allah, dan barangsiapa menemukan selain itu, janganlah dia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. [Muslim]

  25. 25

    عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ؛ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِمَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ، كَانَ لَهُ أَجْرٌ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Juga dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu: Beberapa orang di antara para sahabat Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) berkata kepada Nabi (damai dan berkah Allah besertanya), "Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah mengambil pahala; mereka shalat sebagaimana kami berdoa, mereka berpuasa seperti kami berpuasa, dan mereka bersedekah berdasarkan harta mereka." Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Bukankah Allah menjadikan sesuatu untuk kamu sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih [mengucapkan: ‘subhan-Allah’] adalah sedekah, dan setiap takbir [mengucapkan: ‘Allahu akbar’] adalah sedekah, dan setiap tahmeedah [mengucapkan: ‘al-hamdu lillah’] adalah sedekah, dan setiap tahleelah [mengucapkan: ‘laa ilaha illAllah’] adalah sedekah. Dan memerintahkan kebaikan adalah sedekah, dan melarang kemungkaran adalah sedekah, dan dalam budi [hubungan intim] kalian masing-masing ada sedekah.” Mereka berkata, “Ya Rasulullah, jika salah satu dari kami memenuhi hawa nafsunya, apakah dia mendapat pahala?” Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa jika dia mengamalkan keinginannya dengan cara yang melanggar hukum, maka dia patut mendapat hukuman? Demikian pula, jika dia mengamalkannya dengan cara yang halal maka dia layak mendapat pahala.” [Muslim]

  26. 26

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ .<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]

    Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, "Setiap persendian seseorang harus menunaikan zakat setiap hari terbitnya matahari, mengadili dengan adil antara dua orang adalah sedekah. Membantu seseorang dengan tunggangannya, mengangkatnya ke atas atau mengangkat barang-barangnya ke atasnya, adalah sedekah. Dan ucapan yang baik adalah sedekah. Dan setiap langkah yang kamu ambil untuk shalat adalah sedekah, dan menghilangkan hal-hal yang merugikan. benda dari jalan itu adalah sedekah.” [Al-Bukhari] [Muslim]

  27. 27

    عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِك، وَكَرِهْت أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ" رَوَاهُ مُسْلِمٌ [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]. وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَيْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: "جِئْتَ تَسْأَلُ عَنْ الْبِرِّ؟ قُلْت: نَعَمْ. فقَالَ: استفت قلبك، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إلَيْهِ النَّفْسُ، وَاطْمَأَنَّ إلَيْهِ الْقَلْبُ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاك النَّاسُ وَأَفْتَوْك" . حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَيْنَاهُ في مُسْنَدَي الْإِمَامَيْنِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ [رقم:4/227]، وَالدَّارِمِيّ [2/246] بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ

    Dari hadis an-Nawas bin Sam’an ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, dan kezaliman adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwamu, dan kamu tidak suka jika diketahui orang lain. [Muslim] Dan dari Wabisah bin Ma'bad radhiyallahu 'anhu yang berkata: Aku datang kepada Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) dan dia (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Kamu datang untuk bertanya tentang kebenaran." Saya berkata, “Ya.” Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda, "Perhatikanlah hatimu. Kebajikan adalah sesuatu yang membuat jiwa merasa tenteram dan hati menjadi tenteram. Dan kezhaliman adalah sesuatu yang membuat jiwa bimbang dan menimbulkan kegelisahan di dada, padahal orang-orang telah berkali-kali memberikan pendapat hukumnya [yang mendukungnya]." Hadits yang baik yang diriwayatkan dari musnad kedua imam, Ahmed bin Hambal dan Al-Darimi, dengan rantai otoritas yang baik

  28. 28

    عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا، قَالَ: أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ . [رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ]، وَاَلتِّرْمِذِيُّ [رقم:266] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Dari Abu Najeeh al-'Irbaad ibn Saariyah radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) menyampaikan khotbah kepada kami yang membuat hati kami dipenuhi ketakutan dan air mata berlinang. Maka kami berkata, "Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah khotbah perpisahan, maka nasehatkanlah kami." Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Aku menasihatimu untuk bertakwa (takwa) kepada Allah, dan mendengarkan serta menaati [pemimpinmu], bahkan jika seorang budak akan menjadi amirmu. Sesungguhnya dia di antara kamu yang berumur panjang akan melihat kontroversi besar, maka kamu harus tetap berpegang pada Sunnah saya dan pada Sunnah Khulafa ar-Rasyidin (khalifah yang mendapat petunjuk), orang-orang yang memberi petunjuk pada jalan yang benar. Berpegang teguh pada hal itu dengan teguh [harfiah: dengan gigi gerahammu]. Waspadalah terhadap hal-hal yang baru ditemukan [dalam agama], karena sesungguhnya setiap bidah (inovasi) adalah kesesatan.” [Abu Dawud] Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang mengatakan bahwa itu adalah hadits yang baik dan sehat.

  29. 29

    عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْت يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدْنِي مِنْ النَّارِ، قَالَ: "لَقَدْ سَأَلْت عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ: تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكْ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ: أَلَا أَدُلُّك عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ تَلَا: " تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ " حَتَّى بَلَغَ "يَعْمَلُونَ"،[ 32 سورة السجدة / الأيتان : 16 و 17 ] ثُمَّ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُك بِرَأْسِ الْأَمْرِ وَعَمُودِهِ وَذُرْوَةِ سَنَامِهِ؟ قُلْت: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذُرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ، ثُمَّ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُك بِمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ فقُلْت: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ! فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْك هَذَا. قُلْت: يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: ثَكِلَتْك أُمُّك وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ -أَوْ قَالَ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ- إلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟!" . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:2616] وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Dari Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu yang berkata: Aku berkata, "Ya Rasulullah, beritahukan padaku suatu amalan yang akan memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari api neraka." Rasulullah SAW bersabda, “Engkau bertanya kepadaku tentang suatu perkara yang besar, namun mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah: beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya; mendirikan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan; dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Maukah aku memberi petunjuk kepadamu pada jalan-jalan kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api, dan shalat manusia di tengah malam." Kemudian dia (damai dan berkah Allah besertanya) membaca: "[Orang-orang] yang meninggalkan tempat tidur mereka, untuk berdoa kepada Tuhan mereka dalam rasa takut dan harapan, dan mereka menafkahkan (sedekah di jalan Allah) dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka kegembiraan sebagai pahala atas apa yang biasa mereka kerjakan. " [as-Sajdah, 16-17] Kemudian beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Maukah aku beritahukan kepadamu pokok permasalahan, tiangnya dan puncaknya?” Aku berkata, “Ya, ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Yang utama adalah Islam, rukunnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Maukah aku beritahukan kepadamu dasar semua itu?” Aku berkata, “Ya, ya Rasulullah.” Maka dia menahan lidahnya dan berkata, “Tahanlah ini.” Aku berkata, “Wahai Nabi (ﷺ) Allah, akankah kami diperhitungkan atas apa yang kami ucapkan dengan itu?” Beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, "Semoga ibumu kehilanganmu, wahai Muadh! Apakah ada yang memasukkan orang ke dalam api neraka pada wajahnya - atau: pada hidungnya - kecuali hasil panen lidahnya?" Hal ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang mengatakan bahwa itu adalah hadits yang baik dan sehat

  30. 30

    عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ جُرْثُومِ بن نَاشِر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَال: "إنَّ اللَّهَ تَعَالَى فَرَضَ فَرَائِضَ فَلَا تُضَيِّعُوهَا، وَحَدَّ حُدُودًا فَلَا تَعْتَدُوهَا، وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلَا تَنْتَهِكُوهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلَا تَبْحَثُوا عَنْهَا". حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيّ ْ"في سننه" [4/184]، وَغَيْرُهُ

    Dari riwayat Abu Tha’labah al-Kushanee – Jurthoom bin Nashir radhiyallahu ‘anhu – bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Sesungguhnya Allah ta’ala telah menetapkan kewajiban agama (fara’id), maka janganlah kamu mengabaikannya; dan Dia telah menetapkan batasan, maka janganlah kamu melampauinya; dan Dia telah mengharamkan beberapa hal, maka janganlah kamu melanggarnya; dan Dia berdiam diri terhadap beberapa hal, karena rasa sayang kepadamu, bukan karena lupa – maka janganlah kamu mencari-carinya. Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh ad-Daraqutnee dan lain-lain

  31. 31

    عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ! دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ؛ فَقَالَ: ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّك اللهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّك النَّاسُ . حديث حسن، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [رقم:4102]، وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيدَ حَسَنَةٍ

    Dari Abu al-'Abbas Sahl bin Sa'ad as-Sa'idei radhiyallahu 'anhu yang berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) dan berkata, "Ya Rasulullah, arahkan aku pada suatu perbuatan yang jika aku melakukannya, [akan menyebabkan] Allah mencintaiku dan orang-orang mencintaiku." Maka beliau (damai dan berkah Allah besertanya) berkata, “Tinggalkan dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan tinggalkan apa yang dimiliki manusia, maka orang-orang akan mencintaimu.” Sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan orang lain yang memiliki rantai otoritas yang baik

  32. 32

    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: " لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ" . حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [راجع رقم:2341]، وَالدَّارَقُطْنِيّ [رقم:4/228]، وَغَيْرُهُمَا مُسْنَدًا. وَرَوَاهُ مَالِكٌ [2/746] فِي "الْمُوَطَّإِ" عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم مُرْسَلًا، فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيدٍ، وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضًا

    Dari hadis Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Tidak boleh ada yang merugikan (darar) dan tidak ada timbal balik yang merugikan (dirar). Hadits hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, ad-Daraqutnee dan lain-lain sebagai hadits musnad. Hal ini juga diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwatta dalam bentuk mursal dari Amr bin Yahya, dari bapaknya dari Rasulullah SAW, namun meninggalkan Abu Sa’id dari rantai. Dan masih terdapat rangkaian narasi lain yang saling menguatkan

  33. 33

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ، لَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِي، وَالْيَمِينَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ" . حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ الْبَيْهَقِيّ [في"السنن" 10/252]، وَغَيْرُهُ هَكَذَا، وَبَعْضُهُ فِي "الصَّحِيحَيْنِ

    Berdasarkan hadis Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) bersabda: Seandainya manusia diberikan apa yang mereka klaim, maka manusia akan [secara tidak adil] merampas harta dan nyawa orang [lainnya]. Akan tetapi, tanggung jawab pembuktian ada pada penggugat, dan pengambilan sumpah ada pada pihak yang mengingkari. Hadits hasan yang diriwayatkan oleh al-Baihaqee dan lain-lain dalam bentuk ini, dan sebagiannya ada dalam dua Shahih.

  34. 34

    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari Abu Sa`id al-Khudri radhiyallahu 'anhu yang berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Barangsiapa di antara kalian melihat suatu keburukan, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; dan jika ia tidak mampu, maka [baiklah ia mengubahnya] dengan lidahnya; dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah yang paling lemah imannya." [Muslim]

  35. 35

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إخْوَانًا، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَاهُنَا، وَيُشِيرُ إلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang bersabda: Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu saling iri hati, dan jangan menaikkan harga satu sama lain, dan jangan saling membenci, dan jangan saling berpaling, dan jangan meremehkan satu sama lain dalam perdagangan, melainkan jadilah hamba Allah dan saudara (di antara kamu sendiri). Seorang muslim adalah saudara seorang muslim, dia tidak menindasnya dan tidak pula apakah dia mengecewakannya, tidak pula dia berdusta, dan tidak mencemoohnya. Taqwa (kesalehan) ada di sini [dan dia menunjuk ke dadanya tiga kali]. Cukup jahat bagi seseorang untuk menghina saudaranya yang Muslim, yang tidak dapat diganggu gugat oleh Muslim lainnya: darahnya, harta bendanya, dan kehormatannya.” [Muslim]

  36. 36

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِما سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ؛ إلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَ حَفَّتهُمُ المَلاَئِكَة، وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ أَبَطْأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ . [رَوَاهُ مُسْلِمٌ] بهذا اللفظ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menghilangkan duka dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan menghilangkan darinya salah satu duka di hari kiamat. Dan siapa yang meringankan kebutuhan orang yang membutuhkan, maka Allah akan meringankan kebutuhannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa melindungi [atau menyembunyikan kelakuan buruk] seorang Muslim, maka Allah akan melindunginya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan membantu hamba-Nya selama dia membantu saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu di dalamnya, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu Rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya satu sama lain, kecuali sakinah (ketenangan) turun atas mereka, rahmat menyelimuti mereka, dan para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang bersama-Nya. Dan siapa yang terhambat amalnya, maka tidak akan disegerakan majunya karena nasabnya. Dikaitkan oleh [Muslim] dengan kata-kata ini

  37. 37

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، قَالَ: "إنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً".<br>[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ] ، [وَمُسْلِمٌ]، في "صحيحيهما" بهذه الحروف

    Dari hadis Ibnu Abbas ra, dari Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya), dari apa yang meriwayatkan dari Tuhannya: Sesungguhnya Allah ta'ala telah menuliskan amal shaleh dan amalan keburukan, lalu menjelaskannya [dengan bersabda]: “Barang siapa berniat mengerjakan suatu amal baik, namun tidak mengerjakannya, maka Allah menuliskannya di sisi-Nya sebagai amal baik yang utuh. itu turunkan pada diri-Nya sebanyak sepuluh amalan hingga tujuh ratus kali lipat, hingga berkali-kali lipat. Dan jika dia berniat melakukan suatu amalan jahat, namun tidak melakukannya, maka Allah menuliskannya pada diri-Nya sebagai satu amalan baik yang utuh. [Al-Bukhari] [Muslim]

  38. 38

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه و سلم إنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقْد آذَنْتهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْت سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ . [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]

    Dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah ta'ala telah bersabda: 'Barangsiapa menaruh permusuhan kepada wali (sahabat)-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Dan hamba-Ku tidak mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih dicintai-Ku daripada kewajiban-kewajiban agama yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku tetap mendekatkan diri kepadaku dengan nafil (yang haram) sampai Aku Mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

  39. 39

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: "إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ" . حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ [رقم:2045]، وَالْبَيْهَقِيّ ["السنن]

    Dari riwayat Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengampuni (atau bersikap lunak terhadap) kepadaku umatku: kesalahan mereka, kelupaan mereka, dan apa yang terpaksa mereka lakukan karena paksaan. Hadits hasan yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan al-Bayhaqee dan lain-lain

  40. 40

    عَنْ ابْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم بِمَنْكِبِي، وَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّك غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِك لِمَرَضِك، وَمِنْ حَيَاتِك لِمَوْتِك. [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ]

    Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah SAW memegang bahuku seraya bersabda, "Jadilah kamu di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau musafir." Dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Jangan berharap [hidup sampai] pagi hari di malam hari, dan jangan berharap [hidup sampai] sore hari di pagi hari. Manfaatkan kesehatanmu sebelum sakit, dan manfaatkan hidupmu sebelum kematianmu." [Al-Bukhari]

  41. 41

    عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم "لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ". حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ "الْحُجَّةِ" بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ

    Dari riwayat Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Aas radhiyallahu 'anhu yang berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorangpun di antara kalian yang beriman hingga syahwatnya terkabul dengan apa yang kubawa." [Imam an-Nawawi berkata:] Kami telah meriwayatkannya dalam Kitab al-Hujjah dengan rangkaian perawi yang shahih

  42. 42

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ مَا دَعَوْتنِي وَرَجَوْتنِي غَفَرْتُ لَك عَلَى مَا كَانَ مِنْك وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ! لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُك عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتنِي غَفَرْتُ لَك، يَا ابْنَ آدَمَ! إنَّك لَوْ أتَيْتنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُك بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ [رقم:3540]، وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Dari riwayat Anas radhiyallahu 'anhu yang berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Allah Ta'ala bersabda: 'Wahai Anak Adam, selama kamu berdo'a kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni perbuatanmu, dan Aku tidak akan berkeberatan. Wahai Anak Adam, seandainya dosamu sampai setinggi awan di langit lalu kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kamu. Wahai Anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa-dosa yang hampir sebesar bumi, dan seandainya kamu menghadap-Ku tanpa mempersekutukan-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan yang sebesar itu [juga].’” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang mengatakan bahwa itu adalah hadits hasan

Sumber: fawazahmed0/hadith-api · Public Domain (Unlicense) · tautan.